Diantara dua hal yang berbeda.
Diantara harap hati yang belum terpenuhi.
Sejatinya, laki-laki yang baik adalah dilihat dari agama dan akhlaknya. Laki-laki yang sangat menegakkan agama, menjunjung tinggi agamanya, mengangkat panji keislaman. Lalu, dengan akhlaknya yang bertebaran dimuka bumi hingga mampu menghipnotis banyak orang. Lalu, menentramkan hati ketika bersamanya. Tutur katanya yang lembut tapi tegas. Mampu menggetarkan siapa saja yang berbicara dengannya.
Kau tau, itu ayahku.
Yang senantiasa siaga dalam waktu 24 jamnya. Menasehati namun menjagaku dengan sangat penuh kehati-hatian.
Kaki-kaki yang selalu menuju masjid untuk menunaikan solat 5 waktu. Mata-mata yang selalu terbangun untuk menegakkan solat malam. Dan, kerja keras yang tak pernah pupus dalam moto hidupnya.
Ayah.
Sudah cukup aku membuatmu lelah. Dikala, keringat yang bercucuran tanpa pernah kau keluhkan.
Dikala kaki-kaki yang tak pernah lelah untukku. Yang harapmu, aku bisa lebih baik keadannya darimu.
Ayah, satu kata dengan berjuta makna dihatiku.
Sayangku padamu takkan pernah mampu ku ucapkan dengan beribu kali-kali ucapan. Sayangku padamu takkan bisa kulukiskan. Sayangku padamu sungguh amat dalam.
Ayah, semoga kelak aku bisa membahagiamu.
-Sabt, November 2017-
Mou.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar