Sabtu, 18 November 2017

Pagi.

Pagi,
Ketika rintik air berjatuhan tanpa batas
Pagi,
Ketika mawar merah yang kutemui diberanda rumahku belum bermekaran
Pagi,
Adalah hal indah bagiku dulu
Pagi,
Bersama ayah
Pagi,
Bersama Ibu
Pagi,
Yang kuayunkan kaki bersama dengan berbagai hal kecil yang kami lakukan dengan keindahan
Pagiku entah kemana,
Ku coba tengokkan wajah kesana-kemari hampir saja tak kutemui pagi seindah dulu
Pagi, sinarmu telah hilang
Pagi, udara segarmu tak kunjung datang
Pagi yang dingin masih bersamayam dijiwaku

Entah,
Pagiku,
Akankah seindah dulu?

-Ahad, 19 Nov-
Mou.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar