Sedikit tau ku tentang ar-rijaal. Begitu ego yang tinggi tertanam dihatinya.
Tahukah? Berulang-ulang kau patahkan percayaku?
Pintaku tuk dikuatkan.
Namun, dengan egomu kau hempaskan karang.
Seakan tak kau toleh sedikit harapku.
Ar-rijaal dengan waktu dhuha.
Aku selalu mengagumkan waktu dhuhamu.
Ar-rijaal dengan waktu dhuha.
Tapi, kau siakan waktu dhuhamu.
Wahai ar-rijaal yang selalu kau bawa dhuhamu.
Waktumu indah.
Namun, kau mengabaikan.
Mengabaikan semua diwaktu dhuhamu. Lalu, kau terlena dengan egomu.
Akankah,
Kau mengabaikan waktu dhuhamu kembali?
-Ahad, 19 Nov-
Mou.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar