Rabu, 29 November 2017

Duka yang nyata.

Pagi
Siang
Sore
Malam

Sapaku...
Pada Rabb-ku.
Mendesak sesegara mungkin. Mengetahui apa maksud semua ini.
Aku tak paham.
Dengan jalan yang semakin terjal.

Ku coba ayunkan kakiku
Ku coba kuatkan dengan caraku
Ku coba lalui semua
Ku coba korbankan semua
Ku coba berbaik sangka
Ku coba hargai
Lalu...

Aku tak paham dengan teka-teki.

Hujanpun kian hari kian membasahi tubuhku.

Dingin. Hampir-hampir tubuhku membeku.

Nyatanya. Duka itu semakin nyata.

Malam.

Malam.
Sapaku malam ini.
Malam. Andai kau berkata dan sanggup memberi jawaban.
Mungkin. Aku akan tahu harus kemana aku menapaki kehidupan.
Malam. Dengan sunyinya jiwa.
Seakan bertambahlah kedinginan ini. Dan bersama derasnya hujan yang mengguyur wajahku.

Hati dan tatapanku kosong. Seakan tak tau arah. Menengok ke kanan kiri meminta petunjuk.
Pagi, siang, sore bahkan malam. Tak kunjung memberi arah.
Jalanku sempoyong. Tak tau langkahku benar atau salah.

Malam. Dengan gelapnya langit. Aku bertanya-tanya. Seandainya tidak ada siang maka malam akan tetap gelap gulita tanpa ubahnya.

-Dalam syahdu.

Sabtu, 18 November 2017

Jadi, kau ini siapa?

Jadi, kau ini siapa?

Mengungkap kuat?

Namun berkali-kali menunjukkan lemahmu?

Jadi, kau ini siapa?

Mengungkap indah

Namun tak pernah kau indahkan dirimu

Jadi, kau ini siapa?

Menawarkan keindahan

Namun masih saja kau hempaskan karang

Jadi, maksudmu apa mematahkan kembali?

-Ahad-
Mou.

Akankah kau bahagia?

Akakankah kau bahagia ketika namamu berceceran di sosial media?
Didengungkan dalam mayanya dunia?
Tidakkah kau bahagia ketika namamu didengungkan ke langit?
Indahnya bersautan dalam doa?
Tahukah?
Ketika "qolbun" inginkan keistimewaan?
Tidakkah menyadari ada "syauq" yang begitu dalam ketika tak bertegur sapa?
Tidakkah kau pahami ini?

-Ahad, November 2017-
Mou.

الرجال

Sedikit tau ku tentang ar-rijaal. Begitu ego yang tinggi tertanam dihatinya.
Tahukah? Berulang-ulang kau patahkan percayaku?
Pintaku tuk dikuatkan.
Namun, dengan egomu kau hempaskan karang.
Seakan tak kau toleh sedikit harapku.

Ar-rijaal dengan waktu dhuha.
Aku selalu mengagumkan waktu dhuhamu.

Ar-rijaal dengan waktu dhuha.
Tapi, kau siakan waktu dhuhamu.

Wahai ar-rijaal yang selalu kau bawa dhuhamu.
Waktumu indah.
Namun, kau mengabaikan.

Mengabaikan semua diwaktu dhuhamu. Lalu, kau terlena dengan egomu.

Akankah,
Kau mengabaikan waktu dhuhamu kembali?

-Ahad, 19 Nov-
Mou.

Pagi.

Pagi,
Ketika rintik air berjatuhan tanpa batas
Pagi,
Ketika mawar merah yang kutemui diberanda rumahku belum bermekaran
Pagi,
Adalah hal indah bagiku dulu
Pagi,
Bersama ayah
Pagi,
Bersama Ibu
Pagi,
Yang kuayunkan kaki bersama dengan berbagai hal kecil yang kami lakukan dengan keindahan
Pagiku entah kemana,
Ku coba tengokkan wajah kesana-kemari hampir saja tak kutemui pagi seindah dulu
Pagi, sinarmu telah hilang
Pagi, udara segarmu tak kunjung datang
Pagi yang dingin masih bersamayam dijiwaku

Entah,
Pagiku,
Akankah seindah dulu?

-Ahad, 19 Nov-
Mou.

Jumat, 17 November 2017

Teruntuk.

Diantara dua hal yang berbeda.
Diantara harap hati yang belum terpenuhi.

Sejatinya, laki-laki yang baik adalah dilihat dari agama dan akhlaknya. Laki-laki yang sangat menegakkan agama, menjunjung tinggi agamanya, mengangkat panji keislaman. Lalu, dengan akhlaknya yang bertebaran dimuka bumi hingga mampu menghipnotis banyak orang. Lalu, menentramkan hati ketika bersamanya. Tutur katanya yang lembut tapi tegas. Mampu menggetarkan siapa saja yang berbicara dengannya.

Kau tau, itu ayahku.
Yang senantiasa siaga dalam waktu 24 jamnya. Menasehati namun menjagaku dengan sangat penuh kehati-hatian.

Kaki-kaki yang selalu menuju masjid untuk menunaikan solat 5 waktu. Mata-mata yang selalu terbangun untuk menegakkan solat malam. Dan, kerja keras yang tak pernah pupus dalam moto hidupnya.

Ayah.
Sudah cukup aku membuatmu lelah. Dikala, keringat yang bercucuran tanpa pernah kau keluhkan.
Dikala kaki-kaki yang tak pernah lelah untukku. Yang harapmu, aku bisa lebih baik keadannya darimu.

Ayah, satu kata dengan berjuta makna dihatiku.
Sayangku padamu takkan pernah mampu ku ucapkan dengan beribu kali-kali ucapan. Sayangku padamu takkan bisa kulukiskan. Sayangku padamu sungguh amat dalam.

Ayah, semoga kelak aku bisa membahagiamu.

-Sabt, November 2017-
Mou.

Jumat, 15 September 2017

Pejuang Tangguh

Sejauh apapun aku pergi, jika aku ditakdirkan untuk kembali. Aku akan kembali. Bahkan jauh lebih dekat.

Sejauh apapun aku mendekat pada sesuatu yang belum pasti, jika Allaah takdirkan aku untuk tidak bersamamu, maka aku akan jauh. Lebih jauh dari kepergianku.

Kau tau? Adakah alasan bagiku untuk menolak hal baik?

Jika memang tujuanmu itu adalah Allaah. Ku ingin kau lakukan dengan cara yang syar'i.

Perihal aku? Tak perlu kau risaukan.

Tenang, aku akan baik-baik saja dalam penjagaan Allaah. Hatiku akan ku serahkan seutuhnya pada yang berhak.

Tanyamu : Mengapa aku diam?

Bukankah cara terbaik dalam mencintai adalah diam? Sebab, kau belum pasti untukku.

Petuahmu : Ingin segera menghalaalkan?

Pahamilah.
Ayahku, memang tak rumit dalam perkara baik. Tapi, kau tau? Ketika peri kecilnya yang kini tengah dewasa, tak akan dibiarkan jatuh pada cinta yang salah?

Maka, tanggung jawabmu. Dan, wibawamu untuk ayahku. Mengertilah. Pejuang tangguh tak mengenal pupus. Mereka sanggup melewati setiap bongkahan batu raksasa dalam hidupnya.

Jumat, 15 September 2017.
18.50 pm
- Mou

Sabtu, 02 September 2017

Bersama Semilir Angin

Semilir angin ditengah malam.
Ketika jejakmu mengisi ruang tempat tinggalku.
Kau tau? berkali-kali pertanyaan menghampiriku.
Mendesak untuk memberi tanda.

Pahamilah, langkahku tak semudah itu. Aku percaya, percaya dengan petuahmu.

Ketika, petuah baik terlontarkan.
Untuk apa aku mengelak? Bukankah itu memang baik? Dan, selalu baik?

Tapi, pahamilah aku.
Ketika tak ingin mengecewakan siapapun. Harapku, pada Rabb ku. Taatku pada Rabb ku.

Biarkan saat ini seperti angin. Terbang bebas. Bebas dalam genggaman-Nya.
Yang ku mau, biarkan semuanya indah. Biarkan Rabb yang menuntun langkah. Biarkan semua kan jadi permata pada waktunya.

22.38 pm
Mou.

-Latepost

Jumat, 28 Juli 2017

Ngeblog Lagi

Assalaamu'alaykum...
Halo penghuni dumayyy...
Sekian lama ane tak bersua di blog. Akhirnya, ane, berkeinginan, ngeblog lagi nih (bacanya ada jedanya gitu yak hehehe).

Postingan pertama ane tahun 2012 dan cuman satu-satunya postingan sampe bersekian-sekian taun. Udah gitu baru nge-blog nge-blog lagi #CumanNgasihTau. 

Sebelum jauh-jauh ke yang lain, sebelum makin, makin, makin gak jelas. basa-basinya cukup sampai situ dulu yap.

Dan, sekarang saatnya ta-a-ru-fan. 
eits, bukan ta'arufan buat nyari itu ya, itu tuh. yang digaloin anak mude. (tapi bagusih galoinnya tentang j*d*h daripada galoin p*ca* yang tak kunjung memberi kabar hehehe). ettt nape jadi kesini ye.

lanjut ye...
Nama ane Nur Muzaenah. Panggilannya ada beberapa jenis. Dirumah ada yang manggil (Uja, Muja, Moza), semasa sekolah ada yang manggil (Muza, Zae), dan sekarang lagi ngampus benerannya, bukan ceritanya yak benerannya, tapi jangan dibilang anak kuliahan juga, ane anak emak bapak oiii. Okeee, dikampus ada yang manggil (Muza, Zae, Twin, Mouhijrah, Mue Mue, Mou, Muezza) Yak, pokoknya, gitu, banyak sejarahnya dah tuh panggilan heheheh. Yang paling ngetren mouhijrah karna sekarang ane merangkap jadi profesi kang dagang online yang telah berjalan sejak liburan semester lalu dan Alhamdulillaah naik turun naik turun jalanin aja dulu.
#TidakAdaMaksudTerselubung✌

Oke, lanjutkeun.
Ane asli jawa, bukan betawi ye. Meski dari tadi ngomong ya ye ya ye aje. Buat mengakrabkan diri, karna ane tipekal introvert jadi kadang gitu kadang gini, tergantung kalo udah kenal deket (ga penting sih sebenernya😆).

Oiya, nama blog ini baru ane ganti dari yang tadinya "Sederhana tapi Bermanfaat" jadi "Mou Hijrah" kece ndak ya? kece ndak kece ndak urus lah*pret. Mouhijrah sejalan dengan  ane yang sedang berhijrah, semoga selalu diistiqomahkan dengan hijrah untuk-Nya. *Aamiin

Emm...
Mungkin cukup sampe situ aja yap ta-a-ru-fan nya. Informasi yang lain tidak disebarluaskan*apaseh. 
Dengan segala basa-basi, dan informasi tak danta dari ane mohon dimaapkeun. Semoga blog ini nantinya menjadi blog yang berfaedah*aamiin.

Wassalaamu'alaykum...