Jumat, 01 Februari 2019

Ketenangan Jiwa.

Inilah yang sering ibuku katakan. Bahwa wanita tidak boleh lemah. Aku memang masih blm banyak belajar dari ibuku. Ia begitu kuat, tangguh, dan tak pernah letih dalam segala hal.
..
Semoga Allaah menjagamu wahai ibu.
Memanjangkan umurmu.
Menyehatkanmu selalu.
Memberkahi setiap kebaikan yang kau berikan untuk anak-anakmu.
..
Agar kelak kau bisa melihat senyumku merekah karna mampu membuatmu bangga.
..
Sungguh, Aku sangat mencintaimu ibuku.

Pelangi.

Kelak kan ada pelangi setalah hujan. Tunggulah, kau pasti dapati. Tetaplah menjadi kamu, yang dulu.
Tersenyumlah dalam langkahmu...

Rabu, 29 November 2017

Duka yang nyata.

Pagi
Siang
Sore
Malam

Sapaku...
Pada Rabb-ku.
Mendesak sesegara mungkin. Mengetahui apa maksud semua ini.
Aku tak paham.
Dengan jalan yang semakin terjal.

Ku coba ayunkan kakiku
Ku coba kuatkan dengan caraku
Ku coba lalui semua
Ku coba korbankan semua
Ku coba berbaik sangka
Ku coba hargai
Lalu...

Aku tak paham dengan teka-teki.

Hujanpun kian hari kian membasahi tubuhku.

Dingin. Hampir-hampir tubuhku membeku.

Nyatanya. Duka itu semakin nyata.

Malam.

Malam.
Sapaku malam ini.
Malam. Andai kau berkata dan sanggup memberi jawaban.
Mungkin. Aku akan tahu harus kemana aku menapaki kehidupan.
Malam. Dengan sunyinya jiwa.
Seakan bertambahlah kedinginan ini. Dan bersama derasnya hujan yang mengguyur wajahku.

Hati dan tatapanku kosong. Seakan tak tau arah. Menengok ke kanan kiri meminta petunjuk.
Pagi, siang, sore bahkan malam. Tak kunjung memberi arah.
Jalanku sempoyong. Tak tau langkahku benar atau salah.

Malam. Dengan gelapnya langit. Aku bertanya-tanya. Seandainya tidak ada siang maka malam akan tetap gelap gulita tanpa ubahnya.

-Dalam syahdu.

Sabtu, 18 November 2017

Jadi, kau ini siapa?

Jadi, kau ini siapa?

Mengungkap kuat?

Namun berkali-kali menunjukkan lemahmu?

Jadi, kau ini siapa?

Mengungkap indah

Namun tak pernah kau indahkan dirimu

Jadi, kau ini siapa?

Menawarkan keindahan

Namun masih saja kau hempaskan karang

Jadi, maksudmu apa mematahkan kembali?

-Ahad-
Mou.

Akankah kau bahagia?

Akakankah kau bahagia ketika namamu berceceran di sosial media?
Didengungkan dalam mayanya dunia?
Tidakkah kau bahagia ketika namamu didengungkan ke langit?
Indahnya bersautan dalam doa?
Tahukah?
Ketika "qolbun" inginkan keistimewaan?
Tidakkah menyadari ada "syauq" yang begitu dalam ketika tak bertegur sapa?
Tidakkah kau pahami ini?

-Ahad, November 2017-
Mou.

الرجال

Sedikit tau ku tentang ar-rijaal. Begitu ego yang tinggi tertanam dihatinya.
Tahukah? Berulang-ulang kau patahkan percayaku?
Pintaku tuk dikuatkan.
Namun, dengan egomu kau hempaskan karang.
Seakan tak kau toleh sedikit harapku.

Ar-rijaal dengan waktu dhuha.
Aku selalu mengagumkan waktu dhuhamu.

Ar-rijaal dengan waktu dhuha.
Tapi, kau siakan waktu dhuhamu.

Wahai ar-rijaal yang selalu kau bawa dhuhamu.
Waktumu indah.
Namun, kau mengabaikan.

Mengabaikan semua diwaktu dhuhamu. Lalu, kau terlena dengan egomu.

Akankah,
Kau mengabaikan waktu dhuhamu kembali?

-Ahad, 19 Nov-
Mou.