Jumat, 15 September 2017

Pejuang Tangguh

Sejauh apapun aku pergi, jika aku ditakdirkan untuk kembali. Aku akan kembali. Bahkan jauh lebih dekat.

Sejauh apapun aku mendekat pada sesuatu yang belum pasti, jika Allaah takdirkan aku untuk tidak bersamamu, maka aku akan jauh. Lebih jauh dari kepergianku.

Kau tau? Adakah alasan bagiku untuk menolak hal baik?

Jika memang tujuanmu itu adalah Allaah. Ku ingin kau lakukan dengan cara yang syar'i.

Perihal aku? Tak perlu kau risaukan.

Tenang, aku akan baik-baik saja dalam penjagaan Allaah. Hatiku akan ku serahkan seutuhnya pada yang berhak.

Tanyamu : Mengapa aku diam?

Bukankah cara terbaik dalam mencintai adalah diam? Sebab, kau belum pasti untukku.

Petuahmu : Ingin segera menghalaalkan?

Pahamilah.
Ayahku, memang tak rumit dalam perkara baik. Tapi, kau tau? Ketika peri kecilnya yang kini tengah dewasa, tak akan dibiarkan jatuh pada cinta yang salah?

Maka, tanggung jawabmu. Dan, wibawamu untuk ayahku. Mengertilah. Pejuang tangguh tak mengenal pupus. Mereka sanggup melewati setiap bongkahan batu raksasa dalam hidupnya.

Jumat, 15 September 2017.
18.50 pm
- Mou

Sabtu, 02 September 2017

Bersama Semilir Angin

Semilir angin ditengah malam.
Ketika jejakmu mengisi ruang tempat tinggalku.
Kau tau? berkali-kali pertanyaan menghampiriku.
Mendesak untuk memberi tanda.

Pahamilah, langkahku tak semudah itu. Aku percaya, percaya dengan petuahmu.

Ketika, petuah baik terlontarkan.
Untuk apa aku mengelak? Bukankah itu memang baik? Dan, selalu baik?

Tapi, pahamilah aku.
Ketika tak ingin mengecewakan siapapun. Harapku, pada Rabb ku. Taatku pada Rabb ku.

Biarkan saat ini seperti angin. Terbang bebas. Bebas dalam genggaman-Nya.
Yang ku mau, biarkan semuanya indah. Biarkan Rabb yang menuntun langkah. Biarkan semua kan jadi permata pada waktunya.

22.38 pm
Mou.

-Latepost